Categorised | Exclusives, Features

Manikumar’s baptism by fire


S Manikumar

S MANIKUMAR, 35, has many fires to fight. The Parti Keadilan Rakyat (PKR) candidate for the Bukit Selambau by-election has to firstly compete against 14 other candidates for this state assembly seat.

Secondly, there are the criticisms that he is too young, inexperienced and not media savvy. On top of this, despite strenuous denials, are allegations that Manikumar was earmarked by PKR adviser Datuk Seri Anwar Ibrahim as the party’s candidate, even before the party’s selection process got under way. 

This is what apparently raised the ire of other PKR hopefuls like B Kalaivanar, A Jayagopal, S Moganakumar and Hindraf national coordinator RS Thanenthiran. Their spat with PKR and Manikumar has been public and vicious, even though PKR has repeatedly tried to downplay it.

As part of the campaign to discredit Manikumar, his detractors are also using the fact that he was born and raised in Alor Setar, not Sungai Petani, against him. Apparently Indian Malaysian voters in Bukit Selambau do not take too kindly to being represented by “outsiders”.

And yet, many observers are saying that Manikumar has one thing on his side — the still-prevalent unpopularity of the BN, and specifically MIC president Datuk Seri S Samy Vellu.

How is Manikumar holding up? Can he put out all these fires in time to retain PKR’s incumbency in Bukit Selambau come 7 April? The Nut Graph speaks exclusively with him at PKR Youth’s operations center in Bukit Selambau.

TNG: Setengah orang kata awak masih mentah. Tapi mungkin orang rasa macam orang politik yang sudah lama sangat tak boleh bawa benda yang baru. Jadi adakah kementahan ini menjadi satu kelebihan?

Manikumar: You rasa macam mana?

Orang yang bersepakat dengan kita, [mereka] akan kata, “Mr Mani, you are good.” Kalau dalam 10 orang, tiga akan bagi komen negatif, dua akan kata this guy is okay, yang tiga lagi kata he’s good, and another two will say he’s excellent.

Yang tiga orang itu, bila [mereka beri komen] negatif, people will only go for that negative side saja. Yang lagi 70% yang positif, they won’t think about that. I think that’s normal.

Macam [mereka] kata kemungkinan saya baru dalam kancah politik, saya akui. Pasal apa, dulu saya secara pasif saja melibatkan diri dalam arena perjuangan politik ni.

Bila mula? Sudah dua tahun, bukan?

Dua tahun dalam PKR. So setakat ini, pada start date yang announce secara official yang saya ini jadi calon Bukit Selambau PKR, saya memulakan perjuangan saya dengan sepenuhnyalah.


Manikumar (right) being coached by PKR supreme council member Dr A Xavier Jayakumar

Bila yang mula minat mahu bertanding dalam pilihanraya ini?

Sebenarnya saya ini ahli biasa, lepas itu ada beberapa orang di kalangan ahli-ahli PKR dan ahli jawatankuasa pihak-pihak atasan, minta saya beri saja CV atau resumé saya. So pada mulanya saya ingat, ke manakah hala tuju negara kita dengan masalah macam-macam pada hari ini?

Kita tengok budaya rasuah, lepas itu serang-menyerang antara satu sama lain, lepas itu banyak negative impact yang menular, so saya rasa masyarakat kita ini, masih di tahap pemikiran tak terbuka, masih minda kita tertutup, fokus kepada satu arah jalan saja.

So saya rasa benda-benda ini harus diperjuangkan oleh golongan-golongan elit, terutamanya golongan-golongan menengah, yang mahu bawa budaya profesionalisme, yang saya rasa perjuangan yang lebih kukuh, mantap lagilah.

That’s why, kalau you bagi RM50 billion, you hendak bangunkan. Kalau kata pada hakikatnya intangible asset within you tak ada, what is the point? You still akan bawa budaya yang lama juga, you cannot change people, you will just keep on doing the same thing.

Tapi balik kepada proses pemilihan awak ni, sampai peringkat mana proses itu berjalan?

Sebenarnya, [apabila] diberi minta CV (along with 17 other shortlisted PKR members), kita submit ini semua ada black and white. Committee member ada simpan semua data saya itu. Lepas itu saya diminta hadir ke temuduga. Saya pergi.

Temuduga dengan siapa?

Panel-panel daripada negeri Kedah. [Kedah PKR liaison chief and Kuala Kedah MP] Ahmad Kasim, [PKR elections director for Bukit Selambau and Sungai Petani MP] Datuk Johari Adul dan [Merbok MP] Datuk Rashid Din.

So the final peringkat memang awak ditemuduga oleh Datuk Seri Anwar Ibrahimlah?

Ya, that was the final peringkat.

Tapi bila tahun 2007 you joined PKR, pasal apa pilih PKR? Pasal apa tak pilih parti lain? Di kalangan pembangkang pun banyak parti, bukan?

Saya tak mahu tertumpu kepada satu mono-ethnic struggle. Like MIC, MCA, Gerakan dan sebagainya, although they are claiming that they are parti untuk semua, tapi macam MIC dan MCA semua struggle mono-ethnic saja.

Bila kita tengok PKR, manifesto dia adalah untuk mewujudkan bangsa Malaysia. Tanpa wujud bangsa Malaysia ini we will be a failure. You can catit this.

Encik Mani ini sebenarnya beranak dekat Alor Setar, sekolah dekat Alor Setar, membesar dekat Alor Setar. Pengundi dekat sini, apa perasaan [mereka] sebab Encik Mani ini asalnya bukan orang dari sini?

Saya ini anak watan Kedah, berjiwa Kedah. Saya tak pernah keluar daripada Kedah pi mana pun. Berniaga saya, belajar saya, semua di Kedah. So kalau kata beranak di Alor Setar, [it's] not even 60km dari Pekan Bukit Selambau. Saya dah datang [Bukit Selambau] pun dah lebih 15 tahun menetap di sini.

Saya bukannya datang dari Selangor bertanding di sini. Betoi dak saya habaq? Saya bukannya macam RS Thanenthiran, dari Pulau Pinang tapi mahu bertanding dekat sini.


Manikumar at a Sungai Lalang ceramah
En Mani bila pi jumpa pengundi, ada tak orang kata [mereka] dah bosan hendak mengundi sebab banyak sangat pilihanraya?

Yang ini pada hakikatnya, satu-satu kelompok itu memang rasa sudah boring. Kalau kata 15 calon, kalau semua hendak pi lobi, orang akan rasa bosan juga. Tapi pada hakikatnya, bila PKR mendampingi rakyat, rakyat memberi sokongan padu.

Untuk saya, saya rasa saya tak perlu menjerit, saya tak perlu melenting pada sesiapa. Saya tak perlu angkat tangan, melonjak-lonjak mengatakan saya calon PKR. Perubahan yang kita hendak buat ini secara profesional. The integrity is very important. Pendampingan — it must reach. (Manikumar lightly touches interviewer’s hand.) Betoi dak?

Perjuangan saya ialah membawa perubahan besar. Pembangunan modal insan where I want to focus on intangible assets, please write that.

Masa hari pencalonan, naib presiden PKR, Azmin Ali, dan naib presiden Umno, Datuk Seri Hishamuddin Hussein sama-sama bersetuju tak akan guna taktik kotor dalam kempen pilihanraya ini. Janji ini sudah membawa kesan atau tidak?


Manikumar campaigning in Sungai Lalang
Yes. Saya bagi contoh, macam saya bagi ceramah, saya mengatakan “parti-parti berkewajipan”. Kalau letak Barisan Nasional, bukan semua orang yang membuat tomahan. Jangan kita bawa baju PKR, baju Barisan Nasional mengatakan [mereka] ini yang buat tomahan keseluruhan.

Then you see [the] overall [situation], kalau budaya itu something wrong, macam politik wang dalam Umno, itu you tak payah titikberatkan. Rakyat perlu amati, halusi benda-benda ini. The rakyat should decide who they should give their mandate to.

Bukit Selambau, 15 calon, you calon baru, ada ramai tak puas hati dengan you, tapi masih ramai tak suka BN. Realistically, what are your chances?

Dengan perancangan, penyelidikan yang kita lakukan every day, bila kita turun padang, kita campur dengan orang, kalau dalam 50% Malay [Malaysian] voters, 30% sekurang-kurangnya berada di belah kita. Indian [Malaysian] voters kalau kata 30%, 20% sekurang-kurangnya berada di belah kita. Chinese [Malaysian] voters, of course, we don’t need to worry. Kalau 20%, I can say 18% di belah kita. Ini analisis kita.

Post to Twitter Post to Google Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to StumbleUpon

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Responses to “Manikumar’s baptism by fire”

  1. manikam says:

    (Manikumar lightly touches interviewer’s hand.) Betoi dak? Hahahhahahahahaa like a true politician.

  2. looes74 says:

    Manikumar’s win in this election would even be used by even political parties in Singapore to show that aspirants must go through the baptism of fire.

    Manikumar can be seen as just like the technocrats of Singapore introduced by LKY. The difference is that Manikumar does not have the luxury of a ruling party unlike PAP in Singapore

    His choice is the best for PKR. I believe Manikumar’s win even trigger mini revolution in Singapore. Very few ministers now have gone through baptism of fire.

    My point is that perhaps, the Straits Times should focus on Manikumar rather than giving credibility to Najib. It’s been Najib, Najib, Najib…. I don’t think he’s that suitable a partner to deal with for all the Malaysia-Singapore bilateral issues such as water.

  3. tangkup says:

    Syabas Mani. Just go on campaigning your dreams for the Selambau residents. Prioritise your dream changes and after you’ve won, implement them. If you fail to implement, the voters will vote you out in the next GE13.


Most Read (Past 3 Months)

Most Comments (Past 3 Months)

  • None found

Advertisement


<

Advertisement


  • The Nut Graph

 

Switch to our mobile site